Cara Mewujudkan Desa Berkelanjutan

Share

Tulisan di bawah ini adalah artikel lama yang pernah dimuat di harian Radar Jember. Tulisan ini dibuat sebagai sumbang ide untuk membuat desa yang lebih sehat dan sejahtera. Desa berkelanjutan atau ecovillage adalah impian yang harus diwujudkan.

—————–

Wabah diare yang mengancam kesehatan masyarakat selalu terkait dengan pola hidup yang tidak sehat, mulai dari kebiasaan untuk hidup bersih hingga penataan sanitasi. Tidak jarang, wabah diare disebabkan oleh tercemarnya sumber air akibat sampah maupun kotoran.

Banyak masyarakat di desa yang belum memiliki jamban dan membuang hajat di selokan atau sungai. Akibatnya air di selokan dan sungai menjadi tercemar. Air ini yang kemudian mengalir dan mencemari sumber air. Apalagi, masyarakat juga menjadikan sungai sebagai tempat untuk mandi, mencuci pakaian dan makanan atau keperluan sehari-hari.

Pencemaran air juga diakibatkan oleh kotoran dan hewan, terutama yang dari peternakan, dan industri skala rumah tangga seperti pabrik tempe, pabrik tahu, tempat pemotongan hewan,  dan lainnya. (baca juga : Cara pengelolaan lingkungan skala rumah tangga )

Tidak tertatanya lingkungan yang mengakibatkan lingkungan tidak sehat, seperti air yang tercemar dan air yang tergenang akibat saluran pembuangan air macet atau sempit, menimbulkan penyakit bukan hanya diare, tetapi juga penyakit lain seperti Chikungunya, demam berdarah dan malaria.

Jika tidak ada perubahan radikal dalam hal pola hidup dan penataan lingkungan maka kejadian munculnya penyakit menjadi kejadian yang rutin. Ibarat siklus, yang terjadi berulang-ulang.

Pentingnya Penataan Lingkungan

Kasus wabah diare, penyakit demam berdarah, dan lainnya sebenarnya membuka masalah utama yaitu tidak adanya penataan lingkungan yang benar. Manusia menjadi terpisah dengan lingkungannya, dan tidak ada hubungan yang serasi.

Sebagai contoh adalah penyebaran flu burung yang mengakibatkan kematian pada manusia sebagian besar diakibatkan oleh kontak langsung menausia dengan unggas yang mati mendadak dan kontak dengan lingkungan tercemar.

Kurangnya kesadaran hidup bersih dan aturan beternak unggas mengakibatkan flu burung yang menyerang unggas akhirnya turut menyerang manusia. Hewan ternak biasanya di lepas di halaman rumah, bahkan ada yang di dalam rumah.

Fakta ini menegaskan bahwa manusia tidak bisa dilepaskan dari lingkungan. Kualitas hidup manusia juga ditentukan oleh sejauh mana penataan lingkungannya menunjang hidup manusia menjadi sehat dan berkualitas. ( Baca juga : Pengaruh kegiatan usaha terhadap lingkungan hidup )

Mewujudkan Ecovillage

Ecovillage atau desa berkelanjutan adalah kondisi ideal di mana terdapat keseimbangan antara aspek ekologis, sosial, dan spiritual antara manusia dan lingkungannya. Dengan adanya keseimbangan ini akan tercipta hubungan yang berkelanjutan dan lestari, dimana manusia akan terus  meningkat kualitasnya dan alam tidak rusak akibat perkembangan manusia.

Ada beberapa prinsip yang harus dipegang dalam membangun ecovillage yaitu :

Pertama, prinsip kontinuitas dari proses pembangunan.
Kedua, kesadaran bahwa sumber daya alam bersifat terbatas.
Ketiga, kualitas lingkungan memiliki hubungan eras dengan kualitas kehidupan.
Keempat, adanya pilihan lain dari pola pembangunan sekarang
Kelima, menumbuhkan solidaritas antar generasi.

Berangkat dari konsep di atas ada beberapa faktor yang perlu dicermati dalam mewujudkan desa berkelanjutan yaitu : Pertama, bahwa aspek ekologis, sosial dan spiritual tidak bisa dipisahkan satu dengan yang lain. Untuk meningkatkan derajat ketiga aspek ini maka perlu dilakukan pendataan menyeluruh pada potensi dan permasalahan yang dihadapi oleh desa.

Kedua, prinsip kontinuitas pada bentuk program pembangunan yang dilakukan mengharuskan ada perencanaan jangka panjang yang terukur dan integratif. Ketiga, bagaimanapun juga warga desa adalah subyek pembangunan yang memiliki kehendak bebas akan menuju kemana kehidupan mereka berlayar.

Pendidikan bagi warga dalam pengertian yang luas mengenai lingkungan yang berdimensi banyak perlu dilakukan. Warga harus tahu dan sadar pada kondisi apa mereka berada saat ini dan pada kondisi seperti apa yang hendak diraih. (Baca juga : Solusi atasi masalah ketahanan pangan )

Menciptakan Nilai Tambah Simultan

Sekarang ini semakin disadari bahwa lingkungan hidup yang berkualitas menunjang tingkat kesejahteraan manusia. Lingkungan yang rusak berakibat pada kerugian ekonomi, dan menurunkan kesejahteraan manusia, sebagai contoh banjir akibat penggundulan hutan dan tata kota yang rusak.

Beberapa contoh yang bisa dilakukan didalam melestarikan lingkungan sekaligus menciptakan nilai tambah bagi manusia adalah pengolahan limbah, pengolahan kotoran menjadi pupuk atau energi biomassa, pengelolaan sampah dan lainnya. Tidak ada yang terbuang percuma dan sedikit mungkin menciptakan limbah yang membahayakan lingkungan. ( Baca juga : Cara pengelolaan limbah cair)

 

Leave a Reply