Kisah Pasien Kanker Tanpa Kelenjar Tiroid

Share

Kontak Telepon pertama….
Nada suaranya itu membingungkanku. Antara ketus atau frustasi. ” Saya kanker tiroid, ini kambuh setelah delapan tahun yang lalu. Lalu sekarang sudah menjalar ke tulang. Saya juga sudah menjalani ablasi” Katanya pada perbincangan pertama kami. Hari itu juga therapy dimulai, syukur kurir cepat mengantar produk herbal alternatif ke tempat beliau.

Esok paginya dia meneleponku lagi. Esoknya lagi, esoknya pula. Hampir setiap hari dia meneleponku.” Penyakit saya ini bukan main-main,” keluhnya. Lain kali dia berkesah, “badan saya payah sekali, sakit semua, lemas.Bapak kan sudah menjalani ablasi, kanker berikut kelenjar tiroid Bapak sudah dihancurkan dg suatu bahan radioaktiv.” jelasku. Aku tak paham, apa sebelum tindakan ablasi dokter belum menjelaskan konsekwensi terapinya? atau Dia saja yang lupa.

Lelaki itu…..tanpa tiroid
” Usia Bapak berapa?” tanyaku di lain kesempatan. ” Limapuluh delapan” jawabnya. ” Bapak masih muda, harapan sembuh sangat besar Pak, Semangat ya Pak”, supportku. ” Ha…ha…., itulah tawa pertamanya yang kudengar”. ” Gud job, Wid. Bisikku pada diriku sendiri”. Semangatnya mulai muncul.

Lelaki itu … tanpa tiroid
Hari ini masuk tahap kedua dalam therapynya.Tampaknya mulai ada perkembangan positiv, hari demi hari. Aku mulai makin sering mendengar nada yang lebih santai dalam pembicaraannya. Keep fight Pak!