Solusi Atasi Defisit Air

Artikel mengenai defisit air ini adalah arsip tulisan yang pernah dimuat di harian Radar Jember. Artikel ini menjadi penting mengingat persoalan air adalah persoalan mengenai kehidupan.

Akibat kerusakan lingkungan dan penggundulan hutan besar – besaran, kita mendapatkan dampak buruknya. Terlihat ketika masuk musim kemarau, kekeringan melanda di mana – mana, mulai dari sungai, situ, sumber mata air bahkan waduk. Banyak sumur yang berkurang debit airnya. Tidak jarang, percecokan terjadi akibat kekurangan air ini.

Defisit air terjadi bukan hanya di Jawa dan Bali, tetapi juga di Sulawesi sebesar 42,5 miliar m3/ tahun dan Nusa Tenggara Timur sebesar 4,5 miliar m3/tahun. Di Jawa sendiri defisit air melonjak dari 32,3 miliar m3/ tahun menjadi 134,1 miliar m3/tahun.

Laporan dari berbagai lembaga resmi dunia seperti UNICEF dan WHO menegaskan bahwa krisis air di masa depan kian bertambah dan telah memberikan konsekuensi buruk bagi manusia, terutama yang tinggal di negara berkembang. ( Baca juga : Berbagai masalah pengelolaan air )

Penyebab Defisit Air

Berikut beberapa penyebab terjadinya defisit air.

  • Rusaknya ekosistem daerah aliran sungai (DAS) dan tata air
  • Penggundulan hutan yang mengakibatkan tidak adanya lagi sistem yang bisa menahan air hujan sekaligus meresapkan air hujan
  • Perubahan iklim yang mengakibatkan anomali iklim
  • Tidak adanya perencanaan pembangunan yang terpadu yang berakibat pada rusaknya tata kota.
  • Rendahnya kesadaran untuk menjaga dan melestarikan sumber daya air.

( Baca juga : Pengelolaan lingkungan skala rumah tangga )

Akibat Defisit Air

Defisit air memberikan dampak buruk yang amat luas, bahkan berujung pada kematian. Arti penting air dapat dilihat bahwa 2/3 bagian Bumi adalah air, dan lebih dari 90 % bagian tubuh manusia adalah air. Kekurangan air akan mengganggu proses metabolisme tubuh, sistem pencernaan dan mengentalkan darah.

Kekurangan air turut pula memicu pencemaran air yang mengakibatkan hadirnya berbagai jenis penyakit berkaitan dengan pencemaran seperti kolera, disentri juga  radang hati (hepatitis) dan kulit seperti kudik atau kudis,

Cara Atasi Defisit Air

Penanganan mengatasi defisit air di dasarkan pada informasi akurat kondisi lapangan mencakup peta wilayah, rencana tata ruang dan perubahan iklim ke depan.

Dengan berlandaskan informasi yang akurat maka akan lebih mudah memilih tindakan sesuai dengan skala prioritas dan kondisi yang ada, baik pilihan teknologi yang digunakan, jenis sosialisasi dan jenis rehabilitasi kawasan yang rusak.

 

 

 

Leave a Reply