Mengenal Dispersan Kimiawi Untuk Atasi Pencemaran Minyak Mentah

Dispersan kimiawi sebagai solusi pencemaran minyak mentah – Tumpahan minyak mentah, baik di laut lepas maupuan di pantai dapat diatasi dengan berbagai cara, salah satunya dengan dispersan kimiawi. (lihat tulisan sebelum ini pada : Solusi pencemaran minyak mentah di laut )

Prinsip kerja dispersan kimiawi adalah memecah tumpahan lapisan minyak menjadi tetesan – tetesan kecil ( atau droplet ) sehingga kemampuan lengket minyak jauh berkurang. Hewan – hewan laut yang terperangkap dalam tetesan – tetesan kecil tidak akan terperangkap.

Dispersan kimiawi mampu mengecilkan tegangan permukaan tetesan minyak karena kandungan surfaktan yaitu zat aktif permukaan yang mampu berikatan dengan minyak (oleofil) sekaligus berikatan dengan air (hidrofil). Dispersan kimiawi ini disebar secara merata pada permukaan lapisan minyak yang tumpah dengan bantuan pelarut.

Dua jenis dispersan kimiawi yang biasa digunakan yaitu :

1. Konsentrat dispersan dengan kandungan surfaktan dalam konsentrasi besar dengan pelarut alkohol atau glikol.

2. Konvensional dispersan dikenal sebagai hidrokarbon dispersan dengan pelarut berupa hidrokarbon. Surfaktan yang dikandung hanya 15 – 25 % dan tanpa pengenceran dengan air laut.

Penyemprotan dispersan kimiawi

Mekanisme Dispersi

Dispersan kimiawi mempercepat proses pendispersian dari proses alami yang sudah terjadi akibat gelombang air laut. Dispersan kimiawi akan menempatkan diri antara minyak dengan air. Gugus hidrofil berikatan dengan air, sedangkan gusus oleofil berikatan dengan minyak. Sebagai akibatnya, tegangan permukaan minyak jauh berkurang. Lapisan minyak berubah menjadi droplet.

Keberadaan dispersan juga mencegah kemungkinan minyak bergabung kembali. Pembentukan slick dapat dicegah. Dengan cara ini, keberadaan tetesan – tetesan minyak (droplet) tetap terjaga dalam waktu lama, hingga dilakukan langkah pemindahan droplet tersebut atau secara alami akan terkendalikan. ( baca juga : Cara atasi tumpahan minyak di laut Manyar )

Kelebihan Penggunaan Dispersan Kimiawi

1. Proses dispersi berlangsung cepat meskipun digunakan dalam jangkauan wilayah pencemaran minyak yang luas. Tumpahan minyak yang bisa dikendalikanpun dalam jumlah besar.

2. Efek negatif slick pada pantai dan habitatnya dapat dikurangi secara signifikan. Proses ini berlangsung dalam waktu sehari.

3. Dapat diterapkan dalam kondisi air laut bergelombang dengan arus yang kuat.

4. Proses degradasi alami akan dipercepat dimana setelah terbentuknya droplet secara otomatis permukaan minyak akan makin tipis dan meluas, maka paparan bakteri dan oksigen meningkat. Kondisi ini merangsang biodegradasi minyak dan kolonisasi.

5. Menghemat biaya karena proses degradasi minyak secara in situ sehingga tidak membutuhkan pengolahan dan disposal minyak .

Kekurangan Penggunaan Dispersan Kimiawi

1. Efektifitas dispersan dipengaruhi oleh lamanya waktu tumpahan minyak di atas permukaan laut. Semakin lama, maka proses pelapukan minyak akan semakin besar. Jadi, pemberian dispersan kimiawi akan efektif tidak lebih dari 24 jam setelah kejadian. Jika lebih dari waktu ini, dispersan kimiawi akan ditambahkan demulfiser untuk membantu memecah emulsi.

2. Berpotensi mengakibatkan dampak negatif bagi sejumlah organisme laut akibat efek toksik ari minyak yang telah terdispersi.

Terlepas dari kekurangan dispersan kimiawi sebagai solusi menyelesaikan pencemaran laut dan pantai akibat tumpahan minyak, cara ini paling banyak di gunakan.

Leave a Reply