Membangun Pendidikan Kepekaan Lingkungan Hidup

Membangun Pendidikan Kepekaan Lingkungan Hidup — Tulisan dibawah ini versi ringkas dari artikel saya yang pernah dimuat sebuah harian cetak. Tulisan itu diinspirasi oleh kegiatan saya sewaktu memberi materi sebagai pembicara publik untuk pelajar.

Dari pengalaman saya berinteraksi dengan pelajar ternyata mereka sudah kritis terhadap permasalahan lingkungan hidup. Tidak jarang pertanyaannya sudah melampui dari pengetahui yang didapat di bangku sekolah, seperti permasalahan pemanasan global dan perubahan iklim. (baca : Dampak pemanasan global pada sektor kelautan )

pendidikan lingkungan di sekolah

Pengertian Lingkungan Hidup

Lingkungan hidup memiliki cakupan yang lebih luas dari sekedar makhluk hidup saja,yaitu manusia, hewan, tumbuhan dan makhluk renik. Lingkungan hidup mencakup pula pola hubungan antara makhluk hidup dengan makhluk tidak hidup seperti air, tanah, udara dan atmosfer. Lingkungan hidup berubah seiring perubahan tingkat kebudayaan manusia.

Karenanya memahami lingkungan hidup diperlukan pengetahuan yang lintas disiplin. Disinilah tantangan bagi pengajar dan pegiat lingkungan. Bagaimana kemudian bisa memberikan cerita yang menarik, luas, tanpa kehilangan kedalaman tentang lingkungan hidup.

Perkembangan kebudayaan manusia mengubah lingkungan hidup

Ciptakan Generasi Hijau dan Sekolah Hijau

Perubahan masa depan dimulai dari generasi sekarang yang dibentuk. Dunia pendidikan memegang peranan sentral di dalam pembentukan generasi penerus tersebut.

Di tengah perubahan lingkungan yang cepat akibat pertumbuhan manusia, perkembangan teknologi dan acaman suplai kebutuhan pokok serta semakin kritisnya sumber – sumber daya alam yang tidak terbaharui, kita berharap akan hadir generasi penerus yang mampu melestarikan lingkungan.

Generasi hijau (green generation) adalah istilah umum yang dikenal secara international. Generasi hijau ini mencirikan hadirnya generasi baru yang mampu melakukan upaya – upaya pelestarian lingkungan dengan langkah – langkah :

– Melakukan reduksi emisi gas rumah kaca dan memperjuangkan penggunaan energi ramah lingkungan
– Berkomitmen menggunakan energi secara berkelanjutan
– Menciptakan ekonomi hijau dan mengangkat derajat kesejahteraan masyarakat
– Menciptakan pekerjaan hijau, yaitu jenis pekerjaan yang tidak merusak lingkungan
– Menciptakan sistem pendidikan hijau dan lingkungan sekolah hijau (green school)

(baca juga : Menyemaikan inspirasi pendidikan lingkungan di sekolah )

Sisi ”Engineering”

Kita tahu bahwa kerusakan lingkungan akibat penggunaan produk teknologi yang tidak ramah lingkungan dan hasrat manusia yang lebih besar dari kebutuhan yang diperlukannya.

Teknologi yang harus dibuat dan diterapkan, idealnya menggunakan prinsip -prinsip yang selaras dan menghargai alam. Prinsip – prinsip ini sudah dicetuskan oleh generasi terdahulu dengan istilah ”Niteni”, ”Niroake”, dan ”Nambahake”.

”Niteni” yaitu mencoba mengenali alam sekitar kita, seperti apa perilaku mereka. ”Niroake” yaitu mencoba menirukan perilaku alam karena pada dasarnya perilaku alam-lah yang selalu menuju keseimbangan alam. ”Nambahake” yaitu mencoba memberi nilai tambah dari perilaku alam tersebut tanpa terlepas dari prinsip – prinsip gerak alam.

Prinsip – prinsip di atas, yang begitu membumi untuk lingkungan di Indonesia, harus ditanamkan sejak dini di dunia pendidikan. Akhirnya, harapan terbentuknya generasi hijau melalui sekolah hijau bukanlah impian yang muluk – muluk. (baca juga : Peran dunia pendidikan dan solusi penguasaan iptek )

One comment

  1. Marwah says:

    Saya setuju sekali dengan gagasan tentang menciptakan generasi hijau dan sekolah hijau. Dengan adanya sekolah hijau anak dilatih untuk peka terhadap lingkungan sekitar dan mencintai alam sekitarnya, sehingga diharapkan agar anak dapat membangun kepribadian sebagai generasi hijau di masa yang akan datang.

Leave a Reply