Menjaga Kehangatan Dengan Oleh-oleh Sajian Nusantara

pesona nusantara
Sejak awal bulan ini, saya sudah mulai aktif di kampus. Ini berarti juga, saya resmi menjadi pelaku LDR. “Ngapain sih repot-repot kuliah lagi?” atau… “aduh… kasihan anak-anak sama siapa dong?” dan pertanyaan-pertanyaan semacamnya sudah sangat biasa saya dengar. Bahkan sejak berbulan-bulan lalu.
 
Memilih untuk kembali kuliah, memang bukan hal mudah bagi saya. Salah satu hal terberat adalah berjarak dengan suami dan anak-anak, meski hanya untuk 4-5 hari dalam sepekan. Saya memang tipe Ibu yang biasa menyiapkan ini-itu buat keluarga, meski sibuk. Setiap pagi menyiapkan sarapan dan bekal ke sekolah anak-anak. Malam juga kembali memasak buat makan malam mereka. Rasanya ada yang “hilang” saat pagi saya tidak riweuh dengan urusan dapur. Dan bakda magrib saya juga bukannya disibukkan persiapan dinner, malah diisi tumpukan diktat dan tugas.
 

Continue reading →

Mengurus Bisnis Hanya Dengan Ujung Jari

W motio

Saya tergopoh-gopoh keluar dari ruang kuliah, lembar jawaban segera saya kumpulkan. Well… ini memang Kuis open book dan tidak dijaga dosen pula. Teman-teman masih melanjutkan mengerjakan soal. Enggak susah sih soalnya, Cuma buat saya yang sudah 12 tahun absen dari hitung menghitung secara manual, ini butuh waktu banget. Saya kumpulkan saya lembar jawaban yang baru sekitar 90 persen beres. Lho??

Continue reading →

[Catatan Emak Kuliah] Ngapain, Sih Sekolah Lagi?

catatan emak kuliah

[Catatan Emak Kuliah] Ngapain, Sih Sekolah Lagi? – Sedang belajar untuk kuis esok, tapi kenapa jemari ini gatal untuk membikin sebuah draft blogpost. Tema yang sebenarnya sudah sejak beberapa waktu lalu saya pikirkan. Ah… ngetik bentar aja, tentu enggak masalah ya. Perjalanan untuk sampai ke titik ini sungguh berliku. Sebuah pertanyaan usang yang berkali-kali saya terima, “ngapain sih sekolah lagi?” Ada yang menganggap, perjalanan karir saya sebagai PNS sebenarnya sudah cukup bagus dan mulus. Mendapatkan jabatan di usia muda tanpa manuver neko-neko, bagi kebanyakan PNS adalah anugrah luar biasa. Lalu kenapa masih harus sekolah lagi? Meletakkan jabatan yang  bikin ngiler sebagian PNS lainnya? Ah….mungkin bagi sebagian orang saya memang aneh.

Continue reading →

Dua Yang Bikin Mati Gaya Versi Saya

darkness

Semalam di daerah kos saya listrik padam. Entah memang pemadaman berkala untuk maintenance atau memang ada jaringan yang rusak karena siang hingga sore kemarin Surabaya memang hujannya sungguh mengerikan. Hujan dengan angin kencang, dan saya tengok dari ruang kuliah, jatuhnya air hujan nyaris horizontal, sakin kencangnya angin.


Kalau sudah begini jadi mati gaya dan juga makin kepikiran keluarga di rumah. Semingguan lalu Raniah, si anak wedok tetiba chat di WA. “Bun, di sini hujan dan gelap karena mati lampu”. Duh… duh…. kasihan. Dalam kondisi begitu kok ya pas saya tidak di rumah. Biasanya kalau ada saya dan listrik padam cukup lama, kami kruntelan saja di tempat tidur. 


Padamnya listrik yang berjam-jam semalam, bukan hanya bikin mati gaya, tapi juga menghambat banget. Padahal rencananya malam itu saya akan menyelesaikan sebuah tugas paper, belajar untuk persiapan kuliah paginya dan mengampu kelas Blogging Indscript. Semua rencana gagal, karena saya lelah menunggu listrik menyala. Sempat bekerja sebentar dengan bantuan emergency lamp, tetapi kemudian saya putuskan tidur saja karena kurang nyaman dengan cahaya lampu tersebut.


Kalau di rumah Bondowoso, memang terhitung sering kami mengalami pemadaman listrik. Selain itu, dulu juga berkali-kali kami mengira listrik padam, padahal ternyata kami kehabisan token. Mungkin karena sebelumnya, bertahun-tahun Tagihan PLN kami bayar langsung di kantor PLN atau tempat-tempat pembayaran lain, sejak berganti dengan sistem token ini di awal-awal sering lupa. Padahal alarm juga sudah berbunyi, tapi kebiasaan menunda memang bikin kacau jadinya.


Makin ke sini memang kita seolah-olah tidak bisa hidup tanpa listrik selain listrik padam, satu lagi yang juga bikin mati gaya adalah kehabisan pulsa. Nah…. ini saya banget. Coba tho, kemarin suami chat, nanya “ mau diisiin pulsa, Bun?” ah… pikir saya, ngapain sih isi, perasaan pulsa masih baru beli. Tapi coba iseng saya cek. Ternyata feeling suami saya benar, pulsa saya tiris, hanya tersisa sekitar seribuan rupiah. Tak lama sesudah mengiyakan, bahwa saya memang butuh pulsa, eh muncul notif hp udah keisi pulsa. Sudah lama juga, urusan pulsa menjadi urusan suami, seperti halnya juga urusan nge-charge hp. Aduh… jadi merasa jadi istri paling mannnn….jyahhhh sedunia. Maafkan aku Pak suami. Ha..ha…


Karena sangat terbiasa mengisikan pulsa untuk hp saya dan hp beliau sendiri, bahkan juga terkadang mengisikan pulsa untuk hp Nenek, pak suami jadi paham betul dimana dan bagaimana beliau bisa Mendapatkan Pulsa Murah. Karena pulsa sudah menjadi kebutuhan ya, dan mengisinya juga lumayan sering, maka meski selisih sedikit, akumulasinya juga bisa banyak juga. Maka tentu pilih yang termurah lah.


Bagaimana dengan teman-teman, apa yang bikin teman-teman mati gaya? 
 

Berkat PINA, Infrastruktur Baik Bukan Cuma Mimpi

infrastruktur

Kamis sore kini rutinitas saya adalah berada di atas kendaraan travel, menempuh 6 jam perjalanan dari Surabaya menuju Bondowoso. Lelah? Banget! Karena senin sampai kamis itu jadwal saya cukup padat merayap. Mulai dari kuliah plus sit in yang total tujuh belas SKS, lengkap dengan berbagai printilan pe er dan tugasnya juga masih tetap tidak mengurangi intensitas nge-job freelance saya. Bagaimanapun lelahnya, kangen pada anak-anak mengalahkan rasa lelah itu. Budhal!

Continue reading →

Belanja Produk Kerajinan? Di Sini Saja!

Belanja di Marketplays

Halo … ini adalah posting saya yang kesekian dari tempat yang baru, sebuah kamar kos sederhana namun resik di sebelah barat kampus ITS Surabaya.

Jadi ceritanya begini … ternyata, ukuran bed kamar kos tuh, mungil banget. Tak sampai semeter lebarnya. Maka dari itu, hingga saat ini saya keukeh belum mau pakai bantal ukuran standar. Inginnya sih, pakai bantal yang biasa buat sofa aja, mungil kan. Nah… masalahnya di rumah hanya ada pilihan satu sarban motif parang. Saya ingin ada dua bantal, jadi saya harus carikan lagi satu sarban lagi. Pengen nya sih yang ada unsur etnik, tapi bukan batik lagi.

 

Continue reading →

Modal Ide Gila, Dapatkan Hadiah Total 500 Juta!

pertamina ide gila

 

Kuliah jam pertama pagi itu baru saja usai. Saya buru-buru mengaktifkan ponsel, mengecek jam dan memeriksa pesan-pesan penting. Sambil berjalan keluar dari gedung, saya pesan Gojek. Tujuannya satu, sesegera mungkin sampai Gedung Pusat Robotika, di mana acara akan digelar. Beberapa menit lagi menuju pukul 11, dan saya tak ingin terlambat tiba di tempat. Antusias? Iya dong, ini event pertama yang saya hadiri sebagai blogger, di kampus kesayangan. Wah…..

Continue reading →

Inilah 9 Alasan Zenfone 3 Max Cocok Untuk Perempuan Aktif

Perjalanan masih ada setengah lagi, kiri-kanan objek cantik terlalu sayang untuk dilewatkan so…cekrek lagi…lagi… dan lagi. Lalu tiba-tiba ponsel Anda bebunyi… tuliiit…. baterai lemah. Yah… mati gaya deh. Bisa sih, pakai power bank, tapi pegang ponsel jadi enggak leluasa. Urusan pepotoan jadi kurang asyik.

Nah… pernahkah Anda berada dalam kondisi seperti di atas? Saya pernah! Dan cukup sering juga karena saya terhitung malas dan pelupa untuk urusan charge ponsel. Enggak enak banget, bikin mati gaya dan menghambat pekerjaan banget. 

zenfone 3 max

Continue reading →

Seperti Apa Ponsel Yang GaAdaMatinya? Tunggu Kejutan Baru ASUS di 7 Februari

Sudah lama saya mengandalkan kamera ponsel untuk mengisi Instagram, facebook dan blog. Bahkan untuk keperluan pekerjaan juga pakai foto smartphone. Pertanyaan yang muncul kemudian adalah: Apakah cukup memadai? Hmmm jujur, beberapa kali dapat pujian "fotonya cantik", baik dari klien maupun teman-teman sesama influencer. Tanpa menutup mata akan kemampuan sebuah dslr ya, namun buat saya saat ini, dslr masih belum terjangkau. Bukan hanya dari sisi harga, tapi kemudahan dan kepraktisan penggunaannya.

asus zenfone

Beberapa teman pernah bertanya, “pakai ponsel apa?” atau…  “Bagaimana caranya memotretnya? Maka, dengan niat berbagi saya tulis perjalanan saya belajar menggunakan kamera ponsel di sini: Belajar Memotret Makanan Dengan Kamera Smartphone

asus zenfone 3 max

Continue reading →

Pesona Jogja Homestay, Tempat “Pulang” Penuh Keramahan

pesona jogja homestay
Mungkin, sampai saat ini belum ada yang bisa menggantikan Jogja di hati kami. (Sengaja ditulis Jogja dan bukan Yogya apalagi Yogyakarta, bukan tak ingin mematuhi kaidah penulisan yang benar, semata-mata untuk memelihara supaya feel nya ada. Tsah….) Jogja selalu ingin kami kunjungi, lagi… lagi… dan lagi… itulah kenapa, setiap kali saya meeting di sini, meski seremuk apapun tubuh ini, masih berusaha sejenak keluar hotel untuk menikmati Jogja, sedapat-dapatnya. Maka saat suami mengusulkan agar liburan akhir tahun ini kami memasukkan Jogja sebagai salah satu persinggahan, tentu saya langsung menyambut antusias.

Continue reading →