Produktif Sepanjang Waktu dengan Laptop Asus

Share

Dulu, duluuuu banget waktu laptop masih menjadi barang langka dan hampir mustahil saya miliki, pernah berandai-andai. Duh andai saja saya punya laptop ya, pasti enak banget deh, bisa kerja di mana-mana. Apa daya, masa itu laptop hanya ada sebijik di kantor, yang bawa pasti lah staf dengan pekerjaannya dianggap paling banyak dan paling prestise. Dan itu bukan saya orangnya! Sementara saya? Harus ikhlas dengan computer jangkrik. What? Komputer jangkrik? Ah… anak generasi Z gak bakal kenal deh computer jangkrik. Itu istilah untuk menyebut spesies desktop yang kalau ngadat pemiliknya bakal mengumpat: Jangkrik! Wkwkwwk… Continue reading →

Kuliah Jurusan Teknik Lingkungan Harus Pintar Pelajaran Apa?

Share

teknik lingkungan

Halo

Postingan ini didedikasikan buat sejumlah follower belia saya yang menanyakan tentang kuliah jurusan teknik lingkungan. Pasca menerbitkan buku Kuliah Jurusan Apa? Jurusan Teknik Lingkungan, saya memang sering menerima beberapa pertanyaan terkait kuliah di jurusan ini. Pertanyaan yang termasuk paling sering saya temui adalah, kalau mau kuliah di Jurusan Teknik Lingkungan, harus pintar pelajaran apa aja, sih? Continue reading →

Tas Wanita Untuk Aktivitas Sehari-hari

Share

Halo…

Lama banget tidak menyapa. Saya seperti baru kelar bertapa dan keluar dari gua. Berminggu-minggu mengejar (atau dikejar?) berbagai deadline akademik, sungguh bikin setengah linglung. Saya juga baru ingat untuk segera menyiapkan kebutuhan sekolah anak-anak, cek-cek alat tulis, buku sampai tas sekolah mereka. Oh ya, kalau untuk yang kuliah, mungkin masih sekitar sebulan lagi back to campuss. Saya sih sudah habis kuliahnya, tesis juga udah kelar tinggal revisi aja. Tapi tetap aja antusias lirak-lirik tas. Maklumlah, 3 semester kemarin serasa lari-lari. Boro-boro mau mikir beli tas wanita. Wkwkwk. Continue reading →

Rahasia Nikmatnya Masakan Nusantara di Cardamom Bistro Maxone Hotel Dharmahusada

Share

Maxone Hotel Dharmahusada

Namanya juga emak-emak, kalau ketemu ya pasti rumpi syantik. Kalau enggak ngobrolin makanan, kok rasanya ora gayeng. Wkwkwk. Begitulah perempuan, hobi makan cita-cita langsing. Cocok! Demikian pula saat saya ketemu Mbak Avy siang itu, yang di-rumpiin ya makanan.

 

“Teri balado di Maxone, lo, uendess!” Kata Mbak Avy.

Saya agak skeptis. Jarang banget saya menemukan hotel yang masakan tradisionalnya enak dan ditampilkan dalam citarasa aslinya. Biasanya sudah banyak sekali penyesuaian di sana-sini yang bikin rasanya cenderung datar. Continue reading →

Tips Food Combining Saat di Luar Rumah

Share

Duh, Mbaaaak. Hidup cuma sekali, makan ya dinikmati ajalah makan enak toh tidak tiap hari!

Ribet amat sih food combining. Gimana dong Mbak kalau lagi makan di luar rumah?

Kalau lagi ada acara, atau makan di resto gimana dong?

 

Jreng….jreng….

Pertanyaaan-pertanyaan seperti di atas atau yang semacamnya, tak pernah benar-benar selesai. Selalu saja ada yang menanyakan. Sangat wajar, terutama bagi pemula. Baiklah, sebelum saya menjawab secara gamblang pertanyaan di atas, ada  hal prinsip yang menurut pengalaman saya penting untuk diketahui agar tidak bingung ketika menemukan berbagai kondisi yang berbeda-beda.

Pertama, sangat penting untuk mengetahui prinsip dasar food combining. Bukan sekadar menghafal contoh menu ataupun menyontek menu food combining orang lain. Kedua, ini kabar baik. Food combining, menurut saya bukan sesuatu yang saklek bin kaku. Jika merujuk buku Ibu Andang Gunawan, food combining gurunya Indonesia, kita tidak harus, lo tujuh hari dalam seminggu full selalu makan dengan berpedoman pada food combining. Cheating istilahnya, alias makan di luar pola food combining itu dibolehkan, tentu sesuai kondisi masing-masing. Saya sudah pernah menulis seluk beluk cheating ini. Namun jangan salah memahami cheating sebagai “jatah” yang harus dilakukan ya. Kalau saya memandangnya sebagai kewajaran yang bisa dipilih tanpa keterpaksaan dan dengan kesadaran penuh akan risikonya.

Lalu, bagaimana praktiknya saat harus menjalani food combining saat makan di luar rumah? Misalnya nih, saat kita makan di restoran. Nah, saya akan bercerita sesuai pengalaman dan pengetahuan saya saja, ya. Kemungkinan besar sih ada perbedaan dengan food combiner lain. Yeah… namanya juga beda kepala ya, wajar beda isi. Kebetulan siang tadi saya dengan senang hati menyambut undangan Maxone Hotel melalui Mbakyu Blogger saya tercinta, the one and only, Mbak Avy.

Waktu Mbak Avy mengirim pesan ke saya, pertama kali saya tanyakan adalah, “di sana banyak pilihan menunya, Mbak? Saya juga sempatkan browsing terlebih dahulu untuk mengintip menu di Maxone. Ternyata cukup banyak pilihan, yang artinya saya sangat bisa leluasa untuk TIDAK CHEATING. Siang tadi saya tetap bisa makan enak dengan tetap mengacu pada pola makan food combining.

Jadi ketika teman-teman harus makan di luar rumah, pertama kali kenali dahulu apa saja pilihan menunya. Pertama datang dan disilakan mengintip seluruh menu yang sudah dihidangkan, mata saya cepat menyapu seluruh meja. Oh… ternyata raw veggiesnya termasuk lumayan melimpah, lalu juga masih ada pilihan sayur yang disajikan matang, beberapa pilihan karbo yakni nasi putih, nasi goreng serta sangat banyak pilihan protein hewani berupa ikan, cumi dan ayam.

Ayam Taliwang, Primadona siang itu

Sekarang, kalau sudah tahu pilihan menunya, tinggal putuskan saja, mau pilih menu protein atau karbo? Jika memilih menu protein kita bisa makan sayuran plus protein hewaninya tanpa menambahkan karbo ke piring kita. Sebaliknya jika memilih menu karbo, siang tadi saya bisa memilih nasi goreng atau  nasi putih. Sayangnya tadi lauk nabati tidak terlalu banyak pilihan, sehingga saya memutuskan mengambil menu protein saja. Jadi apa pilihan saya?

  1. Pertama saya mengambil ketoprak yang saya tambahkan lettuce dan paprika dari salad yang tersedia siang itu. Maksudnya sih, agar sayur mentahnya makin kaya, baik rasa maupun nutrisinya.
  2. Lalu saya juga mengambil sedikit sup. Saya skip komponen yang berupa protein hewani, karena tidak ingin terlalu banyak protein hewani siang itu
  3. Nah, makanan utama saya jatuh pada ayam taliwang yang saya temani dengan (lagi-lagi) lettuce.

Ketoprak dengan tambahan paprika dan lettuce dari bowl sebelah

Dikit amat makannya, banyakan sayurnya? Ya memang begitulah porsi ideal. Sayuran harus lebih banyak!

Beres kan? Apakah enak makan demikian? Apaan makan kok enggak pakai nasi? Mas Bro, Mbak Sis, pola makan sehat itu kadang memang perlu diperjuangkan.  Katanya sih lidah itu hanya 12 senti dan saluran pencernaan 12 meter. Apa hanya gara-gara memperjuangkan kemauan yang 12 senti, kita rela mengabaikan kesejahteraan bagian yang 12 meter? Selera sangat bisa dibentuk.

Nyatanya, bagi saya, makan seperti ini sangat luar biasa nikmatnya. Apalagi, betul seperti bisik-bisik Mbak Avy, di Maxone traditional culinarynya endyang bambang! Original taste yang sungguh membuai lidah. Ayam taliwangnya terasa banget bumbunya. Kuat aroma rempahnya. Dagingnya cukup empuk, bumbu meresap pas tanpa menjadi terlalu lembek. Daun lettuce yang saya pilih menemani ayam taliwangnya juga segar dan sangat kriukkk. Jadi siang kemarin saya makan dengan luar biasa nikmat tanpa rasa bersalah. Tanpa khawatir timbangan bergeser jarumnya ke arah kanan. Uups! Maturnuwun Maxone.

Saya akan berbagi tips dari Sang Chef tentang bagaimana rahasia membuat masakan yang endang bambang alias enak banget itu tadi ya. Tungguin di blogpost mendatang.

 

 

Berburu Produk Handmade Unik Hanya dengan Klak-Klik

Share

Kelakuan emak mahasiswi yang lagi lari kencang ngejar target dapat lulus master dalam 3 semester terkadang memang sungguh absurd. Silakan tertawa sepuas Anda. Si Emak kadang udah ngebayangin nanti pakai MUA mana? Gaya riasan seperti apa saat wisuda? Pakai kebaya model macam apa? Pakai kain  klasik, ataukah pakai encim nan honjreng? Aduh! Sungguh embuh! Tapi memang…. ya begitulah hidup ini harus berjalan. Terkadang ada hal yang dianggap remeh oleh sebagian orang, namun bikin bahagia tiada tara buat sebagian lainnya. Continue reading →

Taman Hiburan di Jakarta yang Wajib dikunjungi

Share

Bersantai Di antara Beton-beton Ibukota, Bersama Sahabat kesayangan (Taken with Zenfone Zoom S By Mas Eko Yudhistira)

Jakarta, dulu ibukota ini rasanya jauuuh banget untuk dikunjungi. Namun beberapa tahun terakhir, untuk urusan pekerjaan akhirnya sering juga ke Jakarta. Alhamdulillah, dengan flight. sebagai kota Metropolitan terbesar di Asia Tenggara memang memiliki daya pikat tersendiri. Inilah salah satu alasan yang menjadikan penerbangan ke Jakarta yang padat. Salah satunya Air Asia yang dengan mudah tiket pesawat Air Asia bisa kamu dapatkan. Gedung-gedung tinggi pencakar langit, mall-mall besar dan padatnya jalanan, memang sudang sering terdengar. Namun, sayangnya saya belum berkesempatan sekalian rekreasi.  Paling jalan aja di dekitar hotel atau venue acara yang harus saya liput, seperti pada foto di atas. Bagaimana dengan tempat rekreasi lainnya? Continue reading →

Cara Memilih Tas Kerja Wanita Yang Nyaman

Share

Memangnya penting banget kah Mbak sampai menulis cara memilih tas kerja wanita? Wah…. kalau bagi saya, dan dari berbagai tulisan yang pernah saya baca, ini penting banget. Terutama ya, kalau kita membawa tas kerja dalam jangka waktu lama, lebih-lebih kita yang banyak berjalan kaki ke tempat kerja. Ini krusial banget bukan hanya untuk kenyamanan, tapi juga buat kesehatan otot dan tulang belakang kita. Continue reading →