Zenfinity 2017 : Antara Launching Gawai Keren dan Keseruan Blogger Gathering

Share

zenfinity

Asus Zenfitinity 2017. Saat tahu bahwa saya berkesempatan untuk menghadiri Zenfinity 2017, rasanya tuh dilema banget. Galau menimbang-nimbang, hadir apa enggak ya? Pasalnya, studi saya lagi memasuki masa lucu-lucunya. Haha. Tumpukan tugas yang hadir bersamaan, belum lagi beberapa materi kuliah yang harus saya pelajari, ditambah babak belurnya badan menjalani perkuliahan dan bolak-balik Surabaya-Bondowoso setiap minggunya. Continue reading →

Cara Mudah Terlihat Cantik Saat Selfie Dan Live

Share

Dulu…. dulu banget, saya cuek sekali soal ponsel. Ponsel jadul 200 ribuan he-eh aja dipakai bertahun-tahun. Yang penting bisa nelpon dan sms, beres! Tapi semua berubah sejak saya mereview ASUS Zenfone untuk pertama kalinya di tahun 2014/2015. Ini sekaligus semacam klarifikasi ya, bagi yang bertanya lewat inbox maupun WA, bahwa sejak 2014/2015 saya sudah mereview smartphone Asus dan review notebook ASUS bahkan lebih awal lagi, yakni di 2012. Ada pula kebutuhan lebih untuk bersocial media dan sejak sosmed sudah menjadi kawan kerja bagi saya. Dan makin berubah lagi sejak saya menggenggam Asus Zenfone 3 sejak tahun lalu. Continue reading →

Liburan Singkat Di Surabaya Bersama RedDoorz

Share

Berjarak dengan keluarga, …
Ah… jauh sebelumnya, sungguh tak terbayangkan. Saya dan suami termasuk yang berupaya tidak memilih LDM. Bahkan peluang demi peluang pekerjaan bagus, ditolak suami demi menghindari LDM. Memilih jatuh bangun membangun bisnis sendiri, demi berdekatan dengan keluarga. Saya juga paling ogah harus berjauhan dengan suami dan anak-anak. Bahkan untuk tugas dinas luar kota saja, biasanya saya cukup selektif, hanya berangkat jika benar-benar penting dan tidak bisa didelegasikan.

Continue reading →

ZenPower Max, Power Bank Berkapasitas Super Gede

Share

asus zenpower max

Beberapa bulan belakangan ini, saya ngantornya sungguh nomaden. Kadang di kos, kadang di kampus. Di kampuspun pindah-pindah, tergantung tempat yang lagi kosong dan tergantung suasana hati. Tsahhh….Biasanya sih saya hadir satu jam sebelum kuliah dimulai, cari tempat adem yang ada colokannya, dan mulai nulis, utak-atik socmed atau browsing. Beberapa menit sebelum jam kuliah, nulisnya udahan trus langsung kuliah. Habis kuliah biasanya kalau enggak capai atau lapar banget saya lanjut kerja, di mana aja. Di kampus sih banyak tempat adem buat duduk nyaman sambil kerja. Sayangnya, tidak semua spot ada colokan. Parahnya lagi saya terkadang lupa membawa charger laptop.

Continue reading →

ASUS ZenFone 3 Max ZC553KL Pink, Pendatang Baru Super Kece!

Share

asus zenfone 3 max pink

Pernah enggak sih ngebayangin bawa-bawa gadget warna pink? Saya enggak! Enggak sama sekali, karena saya memang bukan pecinta pink. Tapi ternyata… ternyata nih, permintaan pasar atas ZenFone 3 Max ZC553KL dalam warna pink sangat tinggi. Kalau kata Galip Fu, Country Marketing Manager, ASUS Indonesia, berdasarkan masukan dari pengguna dan mitra distribusi Asus, banyak yang menanyakan kapan versi Rose Pink akan tersedia di pasaran. Nah… makanya kini Asus merilis ZenFone 3 Max ZC553KL yang hadir dalam warna Rose Pink.

Continue reading →

Memesona Itu Cantik Luar Dalam!

Share

memesona itu

Siapa bilang memesona itu hanya milik mereka yang masih muda belia? Siapa bilang memesona itu hanya milik para perempuan yang secara fisik terlahir “sempurna”? Ah, kalau saya sih percaya banget, siapapun bisa tampil memesona.

Ah beneran, makin berumur ini, masih bisa memesona? Mungkin akan ada yang berkata demikian, dan saya akan bilang: Iya dong! Karena kita tak harus “awet muda” dalam artian hanya terlihat lebih muda dari usia kita. Yang terbaik adalah kita bisa memesona dalam berapapun usia kita. Selain itu, bagi saya urusan memesona itu bukan urusan fisik belaka. Banyak aspek yang terkait. Ini dia tips memesona versi saya.

Continue reading →

Mengurus Bisnis Hanya Dengan Ujung Jari

Share

W motio

Saya tergopoh-gopoh keluar dari ruang kuliah, lembar jawaban segera saya kumpulkan. Well… ini memang Kuis open book dan tidak dijaga dosen pula. Teman-teman masih melanjutkan mengerjakan soal. Enggak susah sih soalnya, Cuma buat saya yang sudah 12 tahun absen dari hitung menghitung secara manual, ini butuh waktu banget. Saya kumpulkan saya lembar jawaban yang baru sekitar 90 persen beres. Lho??

Continue reading →

[Catatan Emak Kuliah] Ngapain, Sih Sekolah Lagi?

Share

catatan emak kuliah

[Catatan Emak Kuliah] Ngapain, Sih Sekolah Lagi? – Sedang belajar untuk kuis esok, tapi kenapa jemari ini gatal untuk membikin sebuah draft blogpost. Tema yang sebenarnya sudah sejak beberapa waktu lalu saya pikirkan. Ah… ngetik bentar aja, tentu enggak masalah ya. Perjalanan untuk sampai ke titik ini sungguh berliku. Sebuah pertanyaan usang yang berkali-kali saya terima, “ngapain sih sekolah lagi?” Ada yang menganggap, perjalanan karir saya sebagai PNS sebenarnya sudah cukup bagus dan mulus. Mendapatkan jabatan di usia muda tanpa manuver neko-neko, bagi kebanyakan PNS adalah anugrah luar biasa. Lalu kenapa masih harus sekolah lagi? Meletakkan jabatan yang  bikin ngiler sebagian PNS lainnya? Ah….mungkin bagi sebagian orang saya memang aneh.

Continue reading →

Dua Yang Bikin Mati Gaya Versi Saya

Share

darkness

Semalam di daerah kos saya listrik padam. Entah memang pemadaman berkala untuk maintenance atau memang ada jaringan yang rusak karena siang hingga sore kemarin Surabaya memang hujannya sungguh mengerikan. Hujan dengan angin kencang, dan saya tengok dari ruang kuliah, jatuhnya air hujan nyaris horizontal, sakin kencangnya angin.


Kalau sudah begini jadi mati gaya dan juga makin kepikiran keluarga di rumah. Semingguan lalu Raniah, si anak wedok tetiba chat di WA. “Bun, di sini hujan dan gelap karena mati lampu”. Duh… duh…. kasihan. Dalam kondisi begitu kok ya pas saya tidak di rumah. Biasanya kalau ada saya dan listrik padam cukup lama, kami kruntelan saja di tempat tidur. 


Padamnya listrik yang berjam-jam semalam, bukan hanya bikin mati gaya, tapi juga menghambat banget. Padahal rencananya malam itu saya akan menyelesaikan sebuah tugas paper, belajar untuk persiapan kuliah paginya dan mengampu kelas Blogging Indscript. Semua rencana gagal, karena saya lelah menunggu listrik menyala. Sempat bekerja sebentar dengan bantuan emergency lamp, tetapi kemudian saya putuskan tidur saja karena kurang nyaman dengan cahaya lampu tersebut.


Kalau di rumah Bondowoso, memang terhitung sering kami mengalami pemadaman listrik. Selain itu, dulu juga berkali-kali kami mengira listrik padam, padahal ternyata kami kehabisan token. Mungkin karena sebelumnya, bertahun-tahun Tagihan PLN kami bayar langsung di kantor PLN atau tempat-tempat pembayaran lain, sejak berganti dengan sistem token ini di awal-awal sering lupa. Padahal alarm juga sudah berbunyi, tapi kebiasaan menunda memang bikin kacau jadinya.


Makin ke sini memang kita seolah-olah tidak bisa hidup tanpa listrik selain listrik padam, satu lagi yang juga bikin mati gaya adalah kehabisan pulsa. Nah…. ini saya banget. Coba tho, kemarin suami chat, nanya “ mau diisiin pulsa, Bun?” ah… pikir saya, ngapain sih isi, perasaan pulsa masih baru beli. Tapi coba iseng saya cek. Ternyata feeling suami saya benar, pulsa saya tiris, hanya tersisa sekitar seribuan rupiah. Tak lama sesudah mengiyakan, bahwa saya memang butuh pulsa, eh muncul notif hp udah keisi pulsa. Sudah lama juga, urusan pulsa menjadi urusan suami, seperti halnya juga urusan nge-charge hp. Aduh… jadi merasa jadi istri paling mannnn….jyahhhh sedunia. Maafkan aku Pak suami. Ha..ha…


Karena sangat terbiasa mengisikan pulsa untuk hp saya dan hp beliau sendiri, bahkan juga terkadang mengisikan pulsa untuk hp Nenek, pak suami jadi paham betul dimana dan bagaimana beliau bisa Mendapatkan Pulsa Murah. Karena pulsa sudah menjadi kebutuhan ya, dan mengisinya juga lumayan sering, maka meski selisih sedikit, akumulasinya juga bisa banyak juga. Maka tentu pilih yang termurah lah.


Bagaimana dengan teman-teman, apa yang bikin teman-teman mati gaya? 
 

Berkat PINA, Infrastruktur Baik Bukan Cuma Mimpi

Share

infrastruktur

Kamis sore kini rutinitas saya adalah berada di atas kendaraan travel, menempuh 6 jam perjalanan dari Surabaya menuju Bondowoso. Lelah? Banget! Karena senin sampai kamis itu jadwal saya cukup padat merayap. Mulai dari kuliah plus sit in yang total tujuh belas SKS, lengkap dengan berbagai printilan pe er dan tugasnya juga masih tetap tidak mengurangi intensitas nge-job freelance saya. Bagaimanapun lelahnya, kangen pada anak-anak mengalahkan rasa lelah itu. Budhal!

Continue reading →