Rahasia Mendapatkan Banyak Peluang dari Blog

Share

peluang dari blog

Akhirnyaaaaaa….. tulisan ini akhirnya tayang juga. Setelah bertahun-tahun (eh…lebay. Tepatnya mungkin dua tahun terakhir) seringkali ditanya, “Mbak bagaimana sih bisa diajak bergabung sama brand nganu?” “Mbak, gimana cerita awalnya dapat job di blog?” Dan pertanyaan-pertanyaan senada. Maka saya tulis  sedikit tip mendapatkan peluang di blog ini, sebagai ungkapan rasa syukur saya atas apa yang sudah saya peroleh dari blog. Continue reading →

Bioassesment: Ketika Makhluk-makhluk itu Bercerita

Share

 

Kalau bicara soal sampai kapan bakalan belajar, dalam konteks luas, pasti lah jawabannya hingga nyawa ini lepas dari raga. Iya kan? Tapi dalam waktu beberapa bulan ke depan, dan harapan saya bisa sampai bertahun-tahun ke depan, saya akan mempelajari sesuatu yang unik dan sangat menarik. Buat saya, sesuatu yang disebut bioassesment ini sangat menarik, mengapa? Karena menggunakan makhluk hidup untuk mengetahui kondisi atau kualitas lingkungan.

macroinvertebrates (dot) org, Salah satu sumber belajar. Meski tentu jenis biota di sini tak akan sama persis

Continue reading →

Berburu Kuliner dan Lift di Mall-mall Surabaya

Share

mall di surabaya

Kami sekeluarga tidak terlalu sering jalan ke mall. Hutan, sungai, pantai, gunung dan wisata alam lainnya jauh lebih sering menjadi incaran kami. Namun, Anak Lanang saya yang eksentrik, memiliki setidaknya dua alasan untuk menantikan kunjungan ke mall-mall di Surabaya sembari mengunjungi saya. Pertama, alasan yang lumayan klasik, yakni untuk mencoba kuliner food courtnya. Kedua, dan ini yang baginya jauh lebih penting, adalah untuk menjajal liftnya.

Karena baru dua kali berkesempatan mengajaknya ke mall di Surabaya, baru dua Mall ini saja yang kami kunjungi.

 

Plaza Tunjungan

Anak saya selalu misspelling saat menyebutnya, entah kenapa. Alih-alih Plaza Tunjungan, dia menyebut Plasata Tunjungan. TP… Te…Pe… aja Nak, kalau susah nyebutnya, saran saya. Tetapi dia tetap berulang kali menyebut Plasata Tunjungan. Bocaaaahhhh….

Menurut saya, tempat ini ikonik banget ya. Jadi, amat banyak orang kalau ke Surabaya pasti tidak melewatkan yang satu ini. Bagi saya pribadi yang sense of nge-mall nya kurang terasah, datang ke tempat ini harus siap-siap bingung jalan. Haha…. saya muter-muter dan tak mengenali, saya sedang berada di mana, TP 1 kah? TP 2 kah? TP 3 kah? Maklum emak-emak kampung.

Kak Asa dan Mbak Raniah, dua anak saya senang makan di foodcourtnya. Kalau bagi saya sih ya layaknya foodcourt sebuah mall ternama. Mau makan apapun, bisa dibilang ada. Harganya sih juga standard harga makanan foodcourt ya. Soal rasa sih, ya tergantung selera.

 

Royal Plaza

Kalau boleh dibilang, inilah mall yang cukup merakyat. Haha…. saya cukup heran pertama kali melihat kondisi mallnya, termasuk harga barang dan harga makanan di foodcourtnya. Ramah bangettt…. barang-barang murah meriah bisa kita temukan dengan mudah di sini. Produk fashion, asesoris, stasioneri, makanan dan benda lain yang sangat terjangkau harganya, bisa sih didapat di sini.

 

Di foodcourtnya juga pilihan menunya terasa cukup merakyat. Selain makanan-makanan kekinian yang sedang ngetren dan disukai, makanan standard semacam pecel, gado-gado, nasi campur, tersedia di foodcourtnya. Tapi waspadalah jika datang sedang weekend. Mungkin karena merakyatnya, tempat ini menjadi jujugan wisata mall orang banyak. Menemukan kursi di foodcourt saat weekend, bisa dibilang rada sulit juga. Jadi, jika Anda mendapatkannya, pastikan jangan berlama-lama. Kasihan mereka yang menanti kesempatan yang sama.

 

Kak Asa masih menyimpan daftar beberapa mall yang ingin dia kunjungi, begitu juga saya. Ini dia beberapa diantaranya.

 

Galaxi Mall

Ini sih tempat nongkrong dari zaman saya kuliah S1. Masa itu mall nya Cuma sak uplik, cuilik nyemplik. Mungil banget lah pokoknya buat ukuran sebuah mall. Meski kecil, mall ini sangat nyaman untuk sekadar jalan-jalan dan belanja.

mal galaxy

Rujak Cingur Favorit Saya di Mall Galaxy

Kongkow Bersama Teman, Paling Dekat ya di Galaxy

Saat ini, luasannya sudah jauh berkembang dibanding masa saya S1. Saya termasuk sering kesana, sekadar makan di foodcourt atau belanja kosmetik. Paling suka makan di foodcourtnya. Harga standard mall lah ya. Yang bikin cinta itu, karena makanan tradisionalnya lumayan banyak pilihan dan rasanya cukup nendang. Paling suka order rujak cingur tanpa cingur di sana. Atau sesekali ketika ingin menjadi carnivore, saya order di Bebek Harissa yang maknyuss itu. Jajanan seperti es teller, es campur, es kacang merahnya juga enak. Cuma, dompet mahasiswa seperti saya rasanya sayang untuk membayar 30an ribu hanya sekadar cheating es-es an. Mending dibeliin makanan utama, kenyang! Haha…. irit.

 

Saya masih ingin juga ajak anak-anak nanti ke Marvel City, Delta Plaza, dan beberapa mall di Surabaya yang tak terlalu jauh dari tempat kos saya. Nanti lah, kelar seminar proposal tesis, anak-anak bisa main ke Surabaya. Oh, ya. Kalau teman-teman ingin menjelajah mal-mal di Surabaya bisa baca di blog Traveloka tentang Mall di Surabaya. Kenali dulu mall seperti apa yang ingin Anda kunjungi ya.

Buat teman-teman yang dari luar kota, mau jelajah mall-mall di Surabaya? Saya punya info bagus, nih. Traveloka saat ini ada(sudah beberapa waktu lalu, sih)  layanan paket tiket pesawat dan juga hotel dalam 1 paket. Memangnya untungnya apa buat teman-teman? Nih ya…. ternyata kalau pesan paket pesawat+hotel” secara bersamaan lebih hemat dibanding pesan terpisah. Dan ternyata hematnya bisa sampai 20% lho. Ini tanpa kode promo apapun. Lumayan banget kan, selisih yang dua puluh persen itu, bisa dibelikan oleh-oleh: sambal bawang Bu Rudy kek, atau Lapis Pahlawan yang khas Surabaya banget itu.

 

Karena Widya Adalah Ilmu Pengetahuan, Ini Resolusi Saya Tahun 2018

Share

Theragran-M

 

Widya….

Lima tahun terakhir, saya lebih suka dipanggil dengan nama, Widya. Sebelumnya, memang saya punya berbagai nama panggilan, meski secara umum orang memanggil saya dengan nama kecil: Wiwid. Entah, ada sesuatu yang tidak dapat saya mengerti, ketika dipanggil dengan kata Widya, rasanya ada energi yang berbeda. Maka sejak saat itu, setiap kali berkenalan dengan orang baru, saya selalu menyebut Widya sebagai nama panggilan saya, bukan lagi Wiwid, nama kecil saya. Continue reading →

Merayakan 11 Tahun Embun Kehidupan di Wisata Alam Patirana

Share

 

Hari ini, hari yang kau tunggu

Bertambah satu tahun, usiamu,

Bahagialah slalu*

 

Bulan Desember ini, si genduk ulang tahun, hanya selang beberapa hari dari kepulangan saya ke rumah. Langsung dong, saya dan suami (saya terutama) ancang-ancang memberikannya hadiah spesial. Maklumlah, semenjak kuliah dan menjadi pelaku LDR rasa-rasanya kok selalu kurang saya nyeneng-nyenengin anak.

Continue reading →

Selamat Hari Ibu, Selamat Hari Perempuan Indonesia

Share

kado hari ibu

Mother’s Day ….
Hari yang diperingati sebagai Hari Ibu di Indonesia, mungkin memang sedikit berbeda dari sisi sejarahnya dibandingkan yang disebut sebagai Mother’s Day di Negara-negara lain. Saya yakin, teman-teman banyak yang masih ingat, sejarah awalnya peringatan Hari Ibu di Indonesia. Hari Ibu, awalnya diperingati untuk mengenang semangat kaum perempuan saat menggelar Konggres Perempuan Indonesia yang pertama pada tanggal 22-25 Desember tahun 1928 di Yogyakarta. Salah satu hasil dari peristiwa tersebut adalah dibentuknya Kongres Perempuan yang kemudian dikenal sebagai Kongres Wanita Indonesia (Kowani). Lalu, penetapan tanggal 22 Desember sebagai Hari Ibu diputuskan dalam Kongres Perempuan Indonesia III di tahun 1938 dan ditetapkan pula oleh Presiden Soekarno melalui Dekrit Presiden No. 316 tahun 1959.

Mengingat awal sejarahnya itulah, sejumlah kalangan menilai bahwa sebenarnya kurang tepat jika Hari Ibu melulu dipahami sebagai momen untuk menghormati den berterimakasih pada Ibu, dimana pengertian Ibu di sini merujuk pada seseorang yang melahirkan dan membesarkan kita. Yah… sah-sah saja, namanya juga berpendapat ya. Namun kalau buat saya pribadi sih, tidak ada salahnya juga. Karena jasa ibu yang luar biasa, maka sangat pantas jika ada peringatan yang membuat kita dapat selalu mengapresiasi jasa-jasanya.

Dibalik romantisme hari Ibu, ada hal yang cukup mengusik pikiran saya. Beberapa waktu lalu, saya membaca status seseorang dalam friendlist saya ketika moment Mother’s Day. Teman tersebut yang karena sesuatu dan lain hal tak dapat memiliki anak dan menjadi Ibu secara fisik. Dia menuliskan betapa termehek-meheknya dia karena ternyata dalam Mother’s Day tersebut, dia tetap mendapatkan hadiah dari sang suami disertai ucapan, Bahwa meski Ia tak dapat menjadi Ibu secara fisik, namun Dia tetaplah seorang perempuan yang berharga. Duh…. Meleleh banget ya…. Saya sih langsung berlinangan air mata ketika itu saat membacanya.

Dari situ saya berpikir, bahwa mungkin ada baiknya di Mother’s Day kita juga member perhatian bukan saja kepada Ibu kita, ataupun Ibu-ibu lain yang dapat menjadi Ibu secara fisik, artinya yang ditakdirkan Tuhan memiliki anak dari uterus di dalam tubuh mereka sendiri. Mungkin ada baiknya jika ucapan atau bahkan kado hari ibu kita, juga kita tujukan secara general kepada Ibu-ibu, iya … semua ibu atau perempuan dewasa maksud saya. Bukankah sangat banyak di sekitar kita, teman-teman kita para perempuan dewasa dan telah menikah namun belum dikaruniai anak dari rahimnya? Bukankah tidak memiliki anak yang dilahirkannya sendiri tidak lantas kurang nilai perjuangan dan pengabdian mereka sebagai seorang perempuan?

Nah, Selamat hari ibu semua teman perempuanku. Selamat hari perempuan Indonesia. Semoga kita semua menjadi semakin maju, bebas merdeka dan berbahagia. Yuk nonton video ini dulu 🙂

 

 

Melongok Aktivitas Pelabuhan Canggih Dan Ramah Lingkungan

Share

Terminal Teluk lamong

Ke mana?

Terminal Teluk Lamong

Hah?

Iya. TTL itu Green Port lo!

….

Entah mengapa, cuplikan percakapan tadi melemparkan saya kembali ke masa 98-99 lalu. Ketika kami sekelas mengikuti mata kuliah AMDAL, berlatih menyusun dokumen AMDAL, lalu bersimulasi memerankan penyusun-penilai, dll. dalam sebuah sidang AMDAL boongan. Lalu fragmen berikutnya terputar di kepala. Itu masa awal 2003, di saat saya CPNS unyu-unyu, fresh graduate, dan tiba-tiba diminta membantu penilaian sebuah dokumen AMDAL project infrastruktur, mewakili instansi mengikuti rakor nasional Tim AMDAL, dan lain-lain….

Kenapa teringat AMDAL?

Karena buat orang banyak, embel-embel “Green” seringkali terkait dengannya. Ya… sebuah project yang mau membawa tempelan green, seyogianya dimulai dengan langkah yang benar, dari perizinan lingkungannya termasuk AMDAL, lalu banyak rentetan proses mengikutinya. Dan, TTL ternyata mendapat apresiasi baik untuk proses AMDAL nya. Ini saya baca di sebuah media nasional, dan dari obrolan santai bersama seorang sahabat saya yang seorang praktisi lingkungan.

Soooo…. Bahagia banget rabu dan kamis kemarin saya akhirnya bisa berkunjung ke Terminal Teluk Lamong (TTL), dalam rangkaian peringatan ultah ke 4 Teluk Lamong. Bagaimana “green” nya Terminal Teluk Lamong as a greenport? Ini dia cerita saya untuk Anda.

 

Green Strategy Dengan Semangat Zero Emission

Saya sangat antusias mendengar pembahasan mengenai green strategi di TTL ini, baik oleh Ibu Dothy selaku Dirut TTL maupun saat sesi sharing bersama Mas Reka Yusmara Corporate Communication dari PT TTL ini. Ada beberapa strategi yang dilakukan oleh TTL dalam mencapai cita-cita menjadi sebuah korporasi yang hijau dan ramah lingkungan.

green port

Meski Tergolong baru Beroperasi, Penghijauannya Sudah Cukup Terlihat

 

green port

Bersih, Rapi, No Ceceran dan Sampah

Strategi hijau yang pertama dilakukan dengan konversi bahan bakar. Jadi disini, yang digunakan adalah bukan lagi fuel yang berupa bahan bakar minyak, tetapi sudah beralih ke gas. Mereka bahkan tengan mempersiapkan sebuah PLTMG yang semoga saja akan beroperasi dalam waktu dekat, dan bakalan dioperasikan oleh anak perusahaan mereka yakni PT Lamong Energi Indonesia. Truk yang masuk juga melalui pengecekan emisi sesuai dengan standar emisi euro 3, dan jika tidak memenuhi, maka tidak bisa masuk.

Salah satu upaya menjadi perusahaan yang hijau juga dilakukan melalui pemantauan kualitas lingkungannya. Misalnya saja terkait air dan sedimen yang secara periodic dilakukan pengambilan serta analisis sampel. Tak heran, ketika saya datang kemari saya bisa melihat ekosistem mangrove yang masih sangat rapat tepat di area pintu masuk TTL, lengkap dengan kawanan burung camarnya yang menyuguhkan keindahan yang harmonis dengan megah dan canggihnya TTL. Coba yuk…jumpai kawanan burung ini di video sederhana saya berikut ini:

Green strategy juga dilakukan melalui penggunaan energi surya sebagai sumber energi untuk penerangan PJU di area Terminal Teluk Lamong. Lalu penghematan energi juga dilakukan dengan cara penggunaan Combined Terminal Tractor  (CTT) yang menggunakan sistem start and stop technology engine. Pemakaian ban pada CTT yang lebih sedikit juga sehingga dapan minimize limbah berupa karet. Waste minimization ini juga saya pelajari di kampus lo… dan ini persis seperti teori yang diajarkan oleh dosen saya.

Semangat green juga saya lihat dari pemilihan kegiatan CSR (Corporate Social responsibility) nya. Ketika saya amati list CSR TTL yang berderet-deret itu, saya menjumpai beberapa kegiatan yang sangat berpihak pada sustainability, misalnya saja: penanaman mangrove, penyediaan air bersih serta pembangunan sarana sanitasi bagi masyarakat sekitarnya. Saya sangat mengapresiasi bagian ini. Serius! Mau tahu sebabnya? Selama bertahun-tahun saya duduk dalam Kelompok Kerja Sanitasi, di tempat kerja saya. kami berpacu dengan waktu dalam memenuhi target 100-0-100. Seratus persen pelayanan air bersih, Nol persen angka Buang Air Besar Sembarangan dan 100 persen akses sanitasi. Dan saat ini rata-rata di Jatim masih ada di angka 60-70 persen. Baru beberapa Kabupaten dan Kota yang mencapai angka di atasnya. Terbayang bagaimana upaya mencapainya? Kaki di kepala, kepala jadi kaki, saking beratnya target yang kami harus capai. Dan kontribusi dari korporasi lewat CSR seperti ini sangat…. sangat….. membantu. Dua jempol buat TTL!

 

Automated Stacking Crane Yang Hanya Ada 5 Di Dunia!

Sistem ASC Nan Canggih ini, kalau saya tak salah mengingat, hanya ada di 5 pelabuhan saja di dunia, diantaranya di Busan Port dan di TTL ini. Bangga rek jadi orang Jawa Timur, punya port secanggih ini. Penggunaan ASC ini banyak memiliki keuntungan, dengan system ini bisa dihindari terjadinya pungli seperti yang biasa terjadi di pelabuhan-pelabuhan umumnya di Indonesia. Sistem ASC ini juga amat tinggi tingkat keamanannya, sehingga dapat dicapai zero accident. Selain itu, sistem ini juga mudah dioperasikan, presisi dan akurat, penggunaannya juga mempermudah handling di pelabuhan ini.

Terminal teluk lamong

The Cranes

 

 

terminal teluk lamong

Sumpah! Merinding disko berdiri di ketinggian 40 meter di atas permukaan tanah. Tapi demi pengalaman baru, apa sih yang enggak?

 

Terminal teluk lamong

Sungguh Sis…. Ini Cuma Gaya!

Oh, ya. Beberapa operator yang saya temui di ruang control ASC ini, perempuan lo…. saya senang banget melihatnya. Bukan karena perempuan harus sama dengan lelaki lo ya… tapi bahagia aja karena zona-zona seperti ini dulunya memang hanya dipandang sebagai wilayah kaum lelaki.

 

Lingkungan dan Budaya Kerja Dinamis

Sebuah perusahaan keren demikian, pastilah tidak serta merta dapat dicapai. Ada upaya keras dan smart dari pimpinan hingga seluruh stafnya. Di sini saya terkagum-kagum, karena saya seorang PNS dan sudah terbiasa bekerjasama serta melihat BUMN pada umumnya. Di sini beda! Kesan dinamis juga fun sangat terasa. Mulai dari pengaturan ruang-ruang kerja, juga budaya kerjanya.

terminal teluk lamong

Keren mana coba, Mbaknya apa Quotenya?

 

terminal teluk lamong

Ruang kerja dilengkapi sudut-sudut untuk bersantai sejenak

Memasuki office TTL ini yang dominan terasa adalah suasana segar, bersemangat  dan fun yang dihasilkan dari penataan ruang. Di banyak tempat, terpasang quote-quote penggugah semangat yang sangat menginspirasi yang didesain dengan ciamik! Coba lihat gambar di atas…. Keren kan?

Penerapan benda-benda hias dan element lain yang colourful juga sukses menarik perhatian saya. Biasanya, sih, penataan begini Cuma bisa saya jumpai di perusahaan-perusahaan yang bergerak dalam bisnis kreatif. Disini beda. Menurut Ibu Dothy, salah satunya adalah karena pegawai di sini rata-rata berusia muda, maka inilah salah satu approachment yang dilakuakn untuk memperoleh performa kerja yang jempolan.

Suasana dinamis juga tercermin dalam uniform yang digunakan. Karyawan disini  menggunakan jeans, Lo. Maksudnya supaya suasananya kerjanya lebih dinamis. Mereka juga memiliki uniform berupa batik dengan motif khas teluk lamong, dengan gambar crane dan lain-lainnya.

Secara keseluruhan, saya melihat TTL adalah sebuah port yang keren, pelabuhan masa depan yang hadir saat ini, seperti kata Ibu Dothy. Harapan saya ke depan lebih menyeluruh lagi green strategy nya. Bukan hanya menyangkut energy dan penggunaan bahan bakar, namun juga dapat mencakup pula aspek penggunaan material bangunan yang ramah lingkungan, water and waste water managementnya, hingga ke pengelolaan LB3 nya. Pokoknya, label “green” nya itu, seksi banget deh! Jadi wajib banget terus dirawat secara paripurna. Bravo TTL!

 

Baca Juga:

Seru dan Tegangnya Meliput Exercise ISPS Code 2017

 

Menjadi Peduli Infrastruktur Di Event PUPR Goes to Campus 2017

Share
PUPU goes to campus

(dokumentasi kemen PUPR)

Apa yang ada dalam bayangan teman-teman ketika disebut kata INFRASTRUKTUR? Jalan, atau jembatan saja? Hmmm.. enggak salah sih. Tapi, banyak hal lainnya sebenarnya yang masih masuk dalam katagori infratruktur. Sering dengar kan berita …. Nah, maka biar lebih update urusan infrastruktur ini, siang itu saya memutuskan turut bergabung dalam acara yang digagas Kementerian PUPR. Meski esoknya adalah jadwal untuk presentasi tugas, dan beberapa tugas paper juga deadlinenya sudah dekat, saya pikir ini tema yang sangat penting. Jadi, oke… saya bergabung.

Saya datang di Airlangga Convention persis saat Band dari Mahasiswa Unair memulai lagunya, mereka hadir di stage sebagai pembuka acara. Music cadas yang keras menghentak. Ah…bikin saya merasa masih anak SMA aja! Saya tidak begitu perhatian, berapa lagu yang dimainkan, karena sibuk live di Instagram story dan mencoba mengambil beberapa foto. Meski sulit juga, karena posisi kami, para blogger berada di bagian paling kiri dan tertutup beberapa fotografer lengkap dengan tripod mereka. Continue reading →